Sunday, April 21, 2013

Tentang Khilafah, Hizbut Tahrir dan PKS Serupa Tapi Tak Sama

http://politik.kompasiana.com/2013/04/19/tentang-khilafah-hizbut-tahrir-dan-pks-serupa-tapi-tak-sama-552711.html

13661620681385658838


KHILAFAH, menjadi istilah dan sekaligus gerakan, yang beberapa tahun lalu, di perkenalkan (lagi) ke hadapan publik Indonesia oleh Hizbut Tahrir Indonesia atau HT (yang belakangan HT Indonesia, mengalami perpecahan), sebagai tujuan perjuangan mereka. Bagi HT, Khilafah adalah segala-galanya; dan itu adalah kebangkitan dan kemulian Islam pada masa depan.  Oleh sebab itu, Khilafah harus diperjuangkan, dibela, dan ditegakan oleh semua umat Islam; mereka yang tidak mau atau menolak Khilafah, maka itu berarti anti Islam - Anti Quran - Anti Firman Allah, dan seterusnya.

Dari berbagai sunber, web - blog - buku orang-orang Hizbut Tahri, dtemukan semacam Agenda Pembentukan Khilafah, antara lain:
  1. Mendirikan Partai Politik; HT berkeyakinan wajibnya mendirikan partai politik. Untuk mendirikannya maka harus ditempuh tahapan pembinaan dan pengkaderan (Marhalah At-Tatsqif). Pada tahapan ini perhatian HT tidaklah dipusatkan kepada pembinaan tauhid dan akhlak mulia. Akan tetapi mereka memusatkannya kepada pembinaan kerangka Hizb (partai), memperbanyak pendukung dan pengikut, serta membina para pengikutnya dalam halaqah-halaqah dengan tsaqafah (materi pembinaan) Hizb secara intensif, hingga akhirnya berhasil membentuk partai.

  2. Berinteraksi dengan Umat (Masyarakat); Berinteraksi dengan umat (Tafa’ul Ma’al Ummah), setelah berdirinya partai politik dan berhasil dalam tahapan pembinaan dan pengkaderan. Pada tahapan ini, sasaran interaksinya ada empat:
Pertama: Pengikut Hizb, dengan mengadakan pembinaan intensif agar mampu mengemban dakwah, mengarungi medan kehidupan dengan pergolakan pemikiran dan perjuangan politik
Kedua: Masyarakat, dengan mengadakan pembinaan kolektif/umum yang disampaikan kepada umat Islam secara umum, berupa ide-ide dan hukum-hukum Islam yang diadopsi oleh Hizb. Dan menyerang sekuat-kuatnya seluruh bentuk interaksi antar anggota masyarakat, tak luput pula interaksi antara masyarakat dengan penguasanya. Taqiyuddin An-Nabhani berkata: “Oleh karena itu, menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antar sesama anggota masyarakat dalam rangka mempengaruhi masyarakat tidaklah cukup, kecuali dengan menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antara penguasa dengan rakyatnya dan harus digoyang dengan kekuatan penuh, dengan cara diserang sekuat-kuatnya dengan penuh keberanian.
Ketiga: Negara-negara kafir imperialis yang menguasai dan mendominasi negeri-negeri Islam, dengan berjuang menghadapi segala bentuk makar mereka.
Keempat: Para penguasa di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri Islam lainnya, dengan menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antara penguasa dengan rakyatnya dan harus digoyang dengan kekuatan penuh, dengan cara diserang sekuat-kuatnya dengan penuh keberanian. Menentang mereka, mengungkapkan pengkhianatan, dan persekongkolan mereka terhadap umat, melancarkan kritik, kontrol, dan koreksi terhadap mereka serta berusaha menggantinya apabila hak-hak umat dilanggar atau tidak menjalankan kewajibannya terhadap umat, yaitu bila melalaikan salah satu urusan umat, atau mereka menyalahi hukum-hukum islam.
3. Pengambilalihan Kekuasaan (Istilaamul Hukmi)
Tahapan ini merupakan puncak dan tujuan akhir dari segala aktivitas HT. Menurut Taqiyuddin An-Nabhani menyatakan: “Hanya saja setiap orang maupun syabab (pemuda) Hizb harus mengetahui, bahwasanya Hizb bertujuan untuk mengambil alih kekuasaan secara praktis dari tangan seluruh kelompok yang berkuasa, bukan dari tangan para penguasa yang ada sekarang saja. Hizb bertujuan untuk mengambil kekuasaan yang ada dalam negara dengan menyerang seluruh bentuk interaksi penguasa dengan umat, kemudian dijadikannya kekuasaan tadi sebagai Daulah Islamiyyah.”
Dalam tahapan ini, ada dua cara yang harus ditempuh:
  • Apabila negara itu termasuk kategori Darul Islam, dimana sistem hukum Islam ditegakkan, tetapi penguasanya menerapkan hukum-hukum kufur, maka caranya adalah melawan penguasa tersebut dengan mengangkat senjata.

  • Apabila negara itu termasuk kategori Darul Kufur, dimana sistem hukum Islam tidak diterapkan, maka caranya adalah dengan Thalabun Nushrah (meminta bantuan) kepada mereka yang memiliki kemampuan (kekuatan).
Jika pada tulisan Pak Sutomo Paguci, Waspada Agenda Gelap PKS,memang secara jelas tidak menunjukan bahwa PKS juga mengusung adanya Khilafah di Nusantara; akan teatpi, dari berbagai komentar pada tulisan tersebut, dapat ditangkap bahwa Agenda Tersembunyi itu memang ada. Juga pada tulisan-tulisan lain yang ada di Kompasiana, yang berhasil saya baca, ada banyak hal-hal serupa dengan pandangan dalam Waspada Agenda Gelap PKS.

Namanya juga tersebunyi, maka seharusnya tersembunyi dan tak mungkin terungkap ke ranah publilk; …. jika banyak orang di luar PKS telh berhasilmenemukan dan membaca hal-hal yang tersembuny - disembunyikan PKS, maka itu berarti, PKS harus jujur terhadap/kepada publik, kader baru, masyarakat, dan seterusnya.
Jika kita membaca agenda Khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir maka tak mungkin ada di/dalam pks.or.id dan pkspiyungan.org; akan tetapi terasa rohnya dalam kaderisasi atau pembinaan kader. Ada namun beda kata, ungkapan, serta rasa dan nuansa.

Dengan demikian, jika mendapati orang-orang HT dan PK, yang terlihat publik,  saling beda pendapat dan mungkin juga saling serang, maka perlu diperhatikan dengan saksmam; karena bisa saja di balik layar, mereka adalah sahabat karib yang se idiologi dan setujuan. .

PKS, secara resmi, tak mungkin memperlihatkan diri sebagai pejuang Khilafah; sebaliknya Hizbut Tahrir sangat garang menunjukan hal tersebut. Bahkhan, orang Hizbut Tahrir, terutama di DUMAY, paling rajin mencaci maki siapa pun yang beda dengan mereka. Ternyata gaya caci maki ala khilfers Hizbut Tahrir itu, mulai terasa dan muncul pada kader-kader PKS di jejaring sosial, termasuk FB dan Kompasiana.

Gaya yang mereka sampaikan di media, paling tidak, sudah terlihat ada kesamaan antara Khilafers Hizbut Tahir dan Kader PKS; kesamaan harapan masa depan dengan terjun bebas ke nostalgia masa lalu yaitu Khilafah. Bisa saja, PKS merupakan tahapan pertama dari rencana membangun Khilafah di Nusantara, lihat agenda nomer satu dan dua di atas.
Oleh sebab itu, jika mau membersihkan diri dari tujuan dan agenda gelap,maka PKS harus betul-betul tidak seperti Hizbut Tahrir.

1366352908315387747



No comments:

Post a Comment