Thursday, May 13, 2021

Jokowi Jangan Ikut Kadrun Ributin Palestina Diam 4 WNI Dibantai Teroris MIT

SAATNYA TUMPAS SOFT & HARD TERORIS Di Poso dan Seluruh Indonesia

Ninoy Karundeng

Jokowi diharapkan tidak terlarut dan ngeributin soal Palestina doang. Sementara empat orang WNI dibantai di Indonesia. Sampai saat ini pemerintah belum membuat pernyataan, terkait pembantaian di Poso yang dilakukan oleh Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Jokowi pun belum mengecam keras. *KSP bersumpah aparat akan mengejar teroris MIT.*

*Peristiwa pembantaian oleh teroris Sigi 2020 kembali terulang. Lokasinya pun sama. Poso. Empat orang petani dibantai. Bukan kebetulan mereka adalah jemaat gereja Toraja dan umat Katolik. Pelakunya pun sama. Teroris terkait dengan ISIS. Kali ini yang bermain adalah teroris Mujahidin Indonesia Timur.*

*Hutan Poso adalah rumah paling ideal bagi teroris. Gerombolan teroris FPI pun memiliki home base di Poso.* Teroris FPI mendirikan sekolah di tengah hutan yang ajarannya adalah memersiapkan anak-anak untuk menjadi teroris. Sebuah video beredar adanya Desa Pembinaan Mualaf milik organisasi teroris FPI.

Di sana FPI menyediakan sarana pendidikan dan pengajar di desa Mualaf Hidayah Sadame. Kampung di tengah hutan belantara pegunungan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una. Lokasi ini hanya bias ditempuh dengan berjalan kaki selama 8-10 jam perjalanan.

Teroris FPI mencetak kaum radikal dan teroris di tempat tersembunyi ini. Pentolan organisasi teroris FPI Sulawesi Tengah Sugianto Kaimudin yang merintis pendidikan yang dilakukan oleh teroris FPI di tempat ini.

Buat apa membuat tempat pengajaran yang isinya cuma belajar agama. Di dinding tempat belajar tidak tampak foto Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin. Yang ada justru symbol-simbol tokoh kaum radikal. Pengajarnya pun mengenakan seragam teroris FPI.

Artinya, bahwa kaum radikal, teroris menggunakan FPI sebagai rumah bersama mereka. Untuk itu aparat keamanan, BIN, Densus 88, akan menindaklanjuti temuan ini. Organisasi teroris yang membangun kekuatan di hutan-hutan Sulawesi Tengah, seperti Poso, Tejo dan sekitarnya, menjadi ancaman serius bagi keamanan warga.

Tak mengherankan sejak 2015 pembantaian terhadap warga minoritas di Poso, Sulteng, terus berulang di 2020 di Poso. Kini terjadi lagi di sana. Sangat menyedihkan aksi teroris terus berulang.

*MIT jelas merupakan bagian dari ISIS. Organisasi teroris FPI , dengan dihadiri oleh teroris ISIS-FPI Munarman, telah membaiat ratusan orang di Makassar. Sebagian besar yang dibaiat di Makassar berasal dari Poso, Makassar, dan wilayah Sulawesi. Mereka kini menyebar ke mana-mana. Termasuk tentu Poso.*

Mereka inilah yang wajib diwaspadai selain para anggota teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan juga teroris FPI. Yang paling parah dan membahayakan adalah organisasi teroris FPI adalah rumah bagi semua kelompok teroris dari mulai JAD, JAT, MIT, ISIS.

Setahun lalu, setelah peristiwa Sigi, publik sangat berharap Presiden Jokowi bertindak tegas. Jokowi tidak boleh mengikuti gendering yang ditabuh oleh kaum kadal gurun alias kadrun. Kadrun seperti orang MUI mengencam teroris yang membantai 4 orang di Poso. Namun, saat bersamaan MUI menyentil Israel. Tidak fokus. Ragu dalam mengecam terorisme yang membantai jemaat gereja.

Kesedihan keluarga, jemaat, rakyat minoritas di Poso, di Tana Toraja, tak terperikan. Rasa takut, khawatir, was-was dan ngeri tentu meliputi hati yang menjadi kecut. Suasana kesedihan tak terperikan mengetahui kenyataan mereka digorok, disiksa, dan dipenggal kepala mereka. Kekejaman yang tak terperi. Hanya karena mereka berbeda keyakinan dengan para teroris MIT.

Sedangkan Presiden Jokowi bertindak tegas soal teroris KKB di Papua. Tak kurang Menkopolhukam membuat pernyataan keras. Terkait pembunuhan di Poso, Presiden Jokowi selayaknya mengeluarkan pernyataan dan kecaman terhadap teroris MIT.

Penulis: Ninoy Karundeng

Wednesday, March 31, 2021

Fauzi Baadilla Dan ACT Gerah Dengan Analisa Dina Sulaeman. Mereka Pendukung Terorisme???

 https://seword.com/politik/fauzi-baadilla-dan-act-gerah-dengan-analisa-dina-T2DKXIq9qw

Abu Daeng Al-Makasary 








Gegara Deddy Corbuzier mengundang Dina Sulaeman di postcastnya, kini para kadrun pengumpul donasi kebakaran jenggot. Analisa Dina Sulaeman seperti membuka kedok mereka. Dan rakyat pun tahu siapa pendukung terorisme selama ini yang berlindung atas nama kemananusiaan yang berlabel islam.

Padahal Dina Sulaeman tidak menyebut nama lembaga dan para pendukungnya itu. Sepertinya mereka menyadari bahwa tidak lama lagi mereka akan segera dikuliti. Dan karena itulah segala daya dikerahkan. Termasuk mengerahkan para buzzer peliharaan mereka.

Lihat saja para komentator di lapak-lapak mereka. Bahkan di kolom komentar channel Deddy Corbuzier mereka aktif melakukan kampanye percobaan pembusukan nama Dina Sulaeman. Tapi sayangnya itu tak akan berguna.

Tak cukup mengerahkan seorang youtuber yang selama ini hanya membahas soal jurus-jurus silat si Harry Pras itu, ACT yang kebakaran jenggot ini pun mengerahkan aktor yang bernama Fauzi Baadilla.

Fauzi ini pada waktu kampanye pilpres adalah pendukung Prabowo-Sandi. Dan termasuk yang menggaungkan tagar “2019 Ganti presiden” namun alhamdulillah tidak berhasil. Coba kalau berhasil? Wow, aksi terorisme dan persekusi besar-besaran bisa lebih cepat terjadi kan? Pengajian-pengajian terorisme bisa merebak kemana-mana, dan dampaknya bisa lebih gawat dari Suriah.

Kalau mereka berhasil berkuasa, tidak menutup kemungkinan "dilegalitaskan" ajaran mereka leluasa masuk ke berbagai lembaga dengan dukungan kekuasaan yang diraihnya. Dan itu berarti akan banyak budaya dan praktek-praktek keagamaan yang sudah menjadi tradisi seperti maulid dan sebagainya bisa dihancurkan. Karena kalau sudah dijadikan undang-undang atau aturan, mereka semakin mudah merobohkan itu semua.

Fauzi, jelas saja aktor yang sudah tidak laku lagi. Jarang terdengar gaungnya di publik, apalagi dukungannya pada pilpres kalah total. Meskipun pada akhirnya Prabowo bergabung di kabinet Jokowi. Tetapi bagai Fauzi, tentu saja butuh donasi agar bisa survive.

Tapi entahlah, apakah dirinya yang berada dan mendukung ACT sangat menguntungkan dirinya? Dalam artian, ia didaulat jadi figur di ACT agar donasi banyak masuk sehingga ia pun dapat semacam honor atau royalti gitu?

Jika itu benar, tentu saja jelas alasannya membela ACT dan mau berangkat ke kota Idlib di Suriah untuk membuat semacam testimoni dengan narasi yang lebay agar lebih banyak lagi bantuan yang mengalir masuk ke ACT.

Dari sini sudah bisa ditebak dan cukup beralasan kenapa mereka kebakaran jenggot dengan tayangan postcast Deddy Corbuzier dengan nara sumber Dina Sulaeman? Dan Kenapa Fauzi pun dikerahkan? Tentu saja semua ini agar tak terbongkar apa-apa yang telah dilakukannya.

Reaksi Fauzi Baadilla soal analisa Dina Sulaeman pun dibongkar juga, dan pemirsa bisa ikut menyimak bagaimana mereka dikuliti dengan sangat memalukan. Nah, berikut ada keterangan yang menarik dari Ismail Amin Passanai soal reaksi Fauzi ini. Bisa dilihat langsung di akun facebook Ismail Amin Passanai, seorang pelajar dari luar negeri yang juga mengamati persoalan di Timur Tengah : https://www.facebook.com/ismail.amin.52/posts/10216697440381694

Atau saya copas saja enam point dari tulisan Ismail Amin ini, supaya lebih mudah membacanya langsung disini :

*Mas Fauzi .... belajar geopolitik itu penting... *

Pertama, kapan Idlib dilanda perang? Atau kapan baru diserang oleh tentara nasional Suriah? Ketika Idlib dikuasai pemberontak kan? Yang itu juga pemberontaknya adalah kombatan-kombatan asing yang datang dari luar Suriah... artinya tentara nasional Suriah g ada masalah dengan warga sipil Idlib apalagi kaum perempuan dan anak-anak kecilnya... So, sumber masalahnya ada pada upaya perebutan wilayah dari negara yang berdaulat.. dan menurut anda ketika itu terjadi, apa pemerintah Suriah hanya diam dan membiarkan saja? Dan memang perang akan tragis dengan selalu warga sipil yang menjadi korban.. silakan cek berita, mengapa banyak korban warga sipil yang berjatuhan dari upaya tentara nasional Suriah merebut kembali wilayah-wilayahnya, ya karena kelompok pemberontak menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup untuk kepentingan membuat narasi, tentara nasional Suriah membantai warga sipil Suriah... supaya sampai artis seperti anda harus ikut-ikutan menggalang dana buat eksistensi mereka...

Kedua, sebagaimana yang dikatakan bu Dina Sulaeman, foto anda ini sedang berada di Idlib. Idlib adalah di antara kota yang berada dalam kendali teroris dan pemberontak. Anda bisa masuk dengan aman ya karena pemberontak merasa anda bagian dari mereka. Dan menyalurkan bantuan ke warga sipil Idlib yang pro pemberontak. Apa anda tidak mau tahu bagaimana nasib warga sipil asli Idlib yang tidak pro pemberontak? Dibantai mas.

Ketiga, anda bilang bahwa anda masuk ke Idlib melalui Turki dan dikawal pasukan keamanan Turki, sehingga ketika bu Dina mengatakan bahwa donasi buat Suriah tidak jarang malah diperuntukkan buat pemberontak anda bilang berarti Turki yang ngizinin kami masuk Idlib dan mengawasi penyaluran bantuan kami adalah juga pendukung teroris dong??. Nah disini pentingnya anda belajar geopolitik. Turki bukan hanya mendukung pemberontak untuk menjatuhkan Assad, Turki bahkan menginvasi Suriah bagian utara disaat Suriah harus menghadapi masalah internal yang berat... anda jangan polos-polos amat mengagumi Erdogan...

Keempat, untuk wilayah-wilayah yang berhasil direbut kembali pemerintah Suriah, apa ada lagi penggalangan dana buat mereka?. Sebut saja Aleppo. Apa masih ada tagar save Aleppo? Ketika Aleppo dibangun kembali oleh pemerintah Suriah, para pengungsi sudah balik kembali ke kampung halamannya yang dulunya damai, kenapa tidak ada lagi penggalangan dana untuk mereka yang telah hancur rumah dan properti-properti pribadinya? Yang telah hancur rumah sakit, sekolah dan masjid-masjidnya? Dan pertanyaan yang harus dijawab, kok rezim Assad tidak lagi melanjutkan pembantaian di Aleppo?. Jawaban saya, ya karena tidak ada lagi pemberontak yang harus diperangi di Aleppo...!

Kelima, kalau memang bantuan dan aktivitas kemanusiaan anda murni kemanusiaan dan tidak ada motif politik dan tendensi sektarian.. murni untuk membantu anak-anak Suriah korban perang... kenapa anda tidak melakukan aktivitas anda secara legal dan resmi dengan meminta izin dan koordinasi dengan pemerintah Suriah?. KBRI Damaskus tentu akan membantu dan menfasilitasi. Kenapa anda lewat belakang? Kenapa anda tidak memberi penghargaan sedikitpun pada yang punya wilayah dan yang memiliki otoritas di Suriah?

*Keenam, apa warna bendera nasional Suriah mas Fauzi? Jawaban anda akan menunjukkan anda berada di pihak mana.. pemberontak atau Suriah... *

*Ini saja dulu... *

Hormat saya Ismail Amin Pasannai  

https://www.instagram.com/p/CNE72cpHQmR/

Nah, begitulah pemirsa, kita bisa tahu dengan seksama siapa saja para pendukung terorisme itu. Dan bagaimana ideologi terorisme itu bisa bergerak dengan dukungan dana yang tidak sedikit.

Dan mungkin saja selama ini, anda melihat sebuah spanduk yang gambarnya sangat memiriskan mengundang iba, lalu di bawahnya tertulis "Salurkan infaq terbaik anda" Kemudian anda tergerak menyumbang?

Bisa jadi anda telah menyalurkan dana anda ke kelompok pemberontak di Suriah alias teroris secara tidak langsung melalui lembaga pendukung terorisme, kelompok yang telah mengacaukan negara orang lain yang sudah berdaulat.

Bagitulah kura-kuraya, tabe'





Tuesday, February 23, 2021

Meragukan Ke-Indonesia-an PKS

 https://wartabatavia.com/meragukan-ke-indonesia-an-pks-the-truly-islam/


“Kunjungan PKS ke Lemhanas ini dalam rangka silaturahim dan bertukar pikiran dengan Lemhanas bagaimana mengokohkan NKRI dan nasionalisme Indonesia dengan modalitas yang kita miliki,” kata Jazuli dalam keterangannya di Jakarta setelah kunjungan PKS ke Lemhannas, Kamis, (11/02/2021).

Kunjungan ini menjadi sorotan. Sudah lama publik meragukan ke-Indonesia-an PKS, karena partai ini lahir dari rahim Ikhwanul Muslimin. Dalam doktrin Ikhwanul Muslimin, negara bangsa bukan bentuk akhir dari institusi politik umat Islam.

Marhalah kelima dan keenam dari gerakan Ikhwanul Muslimin adalah memperbaiki pemerintahan (islahul hukumah), sehingga menjadi pemerintah yang islami dan mempersiapkan seluruh negara-negara muslim di dunia (al kayyan ad dauli) untuk kemaslahatan umat.

Berdasarkan marhalah gerakan Ikhwanul Muslimin, PKS berada pada marhalah kelima. Secara pararel bersama-sama partai-partai yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin di negara lain, PKS menuju marhalah keenam.

Marhalah terakhir gerakan Ikhwanul Muslimin yaitu penegakan kepemimpinan dunia (ustadziyatul ‘alam). Lain dengan Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin tidak mengobral istilah khilafah secara vulgar. Akan tetapi semua aktivis Ikhwanul Muslimin mafhum bahwa yang dimaksud dengan ustadziyatul ‘alam adalah khilafah.

Bentuk final negara umat Islam menurut Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin adalah khilafah. Mereka memandang NKRI belum final. NKRI belum islami.

NKRI sedang dalam proses menjadi khilafah. Hizbut Tahrir ingin memprosesnya secara revolusioner (taghyir), sedangkan Ikhwanul Muslimin secara perlahan (ishlah).

Pandangan kedua gerakan ini tentang NKRI, dipengaruhi oleh bayang-bayang satu umat satu aqidah satu daulah. Mereka berimajinasi seolah-olah, umat Islam pernah hidup dalam satu negara. Padahal ketika Nabi saw memimpin negara Madinah, umat islam terpencar-pencar di beberapa negara, antara lain Mekkah, Habasyah, Yaman, dsb.

Saat didirikan wilayah negara Madinah tidak meliputi seluruh dunia. Seluruh kawasan Arab pun, tidak. Seluruh jazirah Arab pun, tidak. Walaupun demikian status negara Madinah sebagai sebuah negara Islam, sudah final.

Dari realitas negara Madinah di masa Nabi saw, kita dapat menyimpulkan bahwa finalitas dan legalitas suatu negara bukan ditentukan oleh luas wilayah teritorialnya, akan tetapi ditentukan oleh kesesuaian bentuk negara dan sistem pemerintahan dengan wahyu (al-Qur’an dan hadits).

NKRI yang berdasarkan Pancasila, sesuai dengan wahyu. Sudah banyak ulama dan cendekiawan yang mengurainya. Meskipun wilayah NKRI tidak meliputi semua benua, NKRI absah dan final dengan wilayahnya dari Sabang sampai Merauke.

Berbeda dengan HAMAS yang secara terbuka menyatakan putus hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, PKS belum terdengar menyatakan putus hubungan dengan Ikhwanul Muslimin. Informasi dari mantan pengurus PKS, petinggi PKS kerap menghadiri pertemuan-pertemuan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin di Asia Tenggara. PKS masih masuk ke dalam jaringan Ikhwanul Muslimin internasional (‘alamiyah).

Cukup beralasan jika publik meragukan ke-Indonesia-an PKS, mengingat PKS lahir dari rahim Ikhwanul Muslimin, mengadopsi ideologinya dan menjadi proxi Ikhwanul Muslimin internasional. Wallahu a’lam bish shawab.

Ayik Heriansyah

Sumber: https://www.facebook.com/100047208737142/posts/261998385383784/

(Warta Batavia)


Wednesday, November 11, 2020

Islamic Defenders Front

 https://www.trackingterrorism.org/group/front-pembela-islam-islamic-defenders-front-fpi


Front Pembela Islam is a domestic Indonesian terrorist organization whose goal is the implementation of Shari’ah in Indonesia. It presents itself as an ally of government security forces in their attempts to control sin and vice, and  uses hate speech to motivate and legitimize violent attacks on organizations and individuals it considers to be sinful or religiously deviant. It has targeted Christian minorities and members of the Ahmadiyah Muslim sect. It conducts hate speech campaigns against Muslim organizations and intellectuals supporting religious freedom, branding them as “enemies of the state” and “more satanic than Satan.”VideoVideo: 2012 A rally by the Islamic Defenders Front against the killing of Rohingya Muslims in Myanmar turned violent in Makassar on Friday, as protesters attacked two Buddhist temples in the South Sulawesi capital.  The Islamic Defenders Front (FPI) began the rally after finishing their Friday prayer at Al-Markaz Al-Islami Mosque,…

Front Pembela Islam (Islamic Defenders Front -- FPI), also known as Front for Defenders of Islam, Islamic Defenders Front is an active group formed c. 1998.

Tuesday, November 10, 2020

Beredar Video Munarman Jubir FPI di Acara Baiat kepada ISIS

https://www.dutaislam.com/2019/07/beredar-video-munarman-jubir-fpi-di-acara-baiat-kepada-isis.html

Senin, 29 Juli 2019













Screenshot Video Jubir HTI Ustadz Munarman di Baiat ISIS. Foto: dutaislam.com.

DutaIslam.Com - Jubir Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Munarman terindikasi bagian dari kelompok teroris ISIS. Hal ini terungkap melalui sebuah rekaman video yang beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 45 detik yang diposting akun Twitter bernama HTI Is Enemy atau @FPICurutHTI terlihat Ustadz Munarman menjadi pembicara dalam acara bertajuk "Tabligh Akbar Syariat Islam Solusi Terbaik Negeri Idaman Harapan Umat".

Nama Ustadz Munarman tertera di spanduk bersandingan dengan Ustadz Muhammad Basri yang dalam acara tersebut memandu acara baiat kepada ISIS pimpinan Al Baghdadi. Ustadz Munarman terlihat di meja pembicara.

Video singkat tersebut merekam sejumlah orang yang berbaiat kepada ISIS yang dipandu Ustadz Muhammad Basri.

"Saudara-saudara sekalian, yang pertama mari kita perbaharui iman kita dengan membaca syahadat ashaduallailaha illallah," kata Ustadz Basri memulai baiat.

"Nahnu Nubayi'u Kholifatal Muslimin Abu Bakril Baghdadi Al Quraisy," sambungnya yang kemudian diikuti oleh peserta yang hadir.

Belum diketahui secara pasti dimana acara baiat kepada ISIS tersebut berlangsung. Namun terekam dalam video, dua bendera ISIS terpasang di bagian depan. Sementara di sisi kanan bendera yang sama dikibarkan.

Video tersebut sontak mengundang reaksi dari banyak pihak. Dorongan kepada pemerintah agar FPI dibubarkan terus disuarakan dengan tagar #Bubarkan FPI.

"Kami mendukung Pemerintah segera #BubarkanFPI. Mereka berbaiat pada Abu Bakar Al Baghdadi pimpinan ISIS. Bubarkan FPI segera jika tak ingin Indonesia bernasib sama seperti Suriah," kata akun HTI Is Enemy dengan menyeratakan @tjahjo_kumolo, @Kemendagri_RI, @wiranto1947, dan @DivHumas_Polri, Ahad (28/07/2019).


Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton sekitar 84.6K. Postingan HTI Is Enemy telah diretweet sebanyak 471 kali. Termasuk oleh Mentri Agama Lukman Hakim. [dutaislam.com/pin]

Benarkah Rizieq Shihab Layak Menyandang Gelar Habaib?

 http://redaksiindonesia.com/read/benarkah-rizieq-shihab-layak-menyandang-gelar-habaib.html

Oleh : Zulfikar Mahdanie








Habib, siapakah dia? Gambaran Habib bagi masyarakat Indonesia barangkali adalah seorang laki-laki berwajah Arab, berjanggut, bersorban, dan mengenakan gamis. Namun, di luar soal tampilan, biasanya seorang Habib memiliki banyak sekali jamaah yang rutin menghadiri kegiatan keagamaan yang dilakukan olehnya. Namun siapakah sebenarnya Habib itu? Sejarah mencatat, keberadaan para Habib di Indonesia sudah berlangsung lama sejak sebelum kemerdekaan.

Di antara nama Habib-habib di Indonesia yang mempunyai nama dalam lingkup nasional adalah Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau lebih populer dengan nama Habib Ali Kwitang, Pendiri Majelis Ta’lim Kwitang, Jakarta; Habib Ali Alatas, mantan Menteri Luar Negeri; dan yang belakangan banyak menghiasi berita media nasional, Habib Rizieq Shihab, pendiri dan ketua FPI (Front Pembela Islam). Selain nama-nama tersebut masih banyak Habib-habib lainnya yang mempunyai pengaruh besar.

“Habib” yang yang secara tekstual berarti “kekasih” adalah gelar kehormatan yang ditujukan kepada para keturunan Nabi Muhammad SAW yang tinggal di daerah Lembah Hadhramaut, Yaman; Asia Tenggara; dan Pesisir Swahili, Afrika Timur.[1] Lebih spesifik lagi, definisi “keturunan” ini mesti dari keturunan Husein, yakni putra Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra (putri Nabi Muhammad SAW).

Secara pemaknaan, Quraish Shihab memberikan penjelasan yang lebih detail mengenai Habib, “Habib itu orang yang mengasihi dan dikasihi. Jadi kalau ‘mengasihi’ dalam bahasa Arab itu artinya ‘muhib’. Kalau ‘yang dikasihi’ itu ‘mahbub’. Kalau ‘habib’, bisa berarti subjek bisa berarti objek. Jadi, ‘habib’ tidak boleh bertepuk sebelah tangan, hanya mau dicintai tapi tidak mencintai orang,” ujar Quraish Shihab dalam sebuah wawancara.

Asal muasal keberadaan para Habib dapat dilacak dari pendirinya, yaitu Ahmad bin Isa (wafat tahun 345 H). Pria yang lebih dikenal dengan nama Al-Imam Ahmad bin Isa atau al-Imam al-Muhajir ini adalah generasi ke-8 dari keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra.Secara berturut-turut garis keturunannya dapat dilihat dari diagram pada lampiran di bawah

Ahmad bin Isa diketahui melakukan hijrah dari Basra ke Hadhramaut (Yaman) bersama keluarganya pada tahun 317 H untuk menghindari Dinasti Abbasiyah yang sedang berkuasa pada saat itu. Sebelum ke Yaman, Ahmad bin Isa diketahui pernah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah, dia kemudian tinggal di dekat kuburan buyutnya. Di Madinah, beredar isu bahwa para keturunan Rasul akan mengambil alih kekuasaan. Isu tersebut membuat pemerintah yang berkuasa saat itu cemas sehingga banyak keturunan Nabi yang diburu dan bahkan dibunuh. Karena hal itu lah, akhirnya Ahmad bin Isa dan keluarganya memutuskan untuk berhijrah.

Sementara, versi lain mengatakan bahwa Ahmad bin Isa adalah seorang yang ‘alim, ‘amil (mengamalkan ilmunya), hidupnya bersih dan wara’ (pantang bergelimang dalam soal keduniaan). Di Irak beliau hidup terhormat dan disegani, mempunyai kedudukan terpandang, dan mempunyai kekayaan cukup banyak. Mereka hijrah ke Hadhramaut bukan karena dimusuhi atau dikejar-kejar oleh penguasa, melainkan karena lebih mementingkan keselamatan akidah keluarga dan pengikutnya. Mereka hijrah dari Basrah ke Hadhramaut mengikuti contoh kakek buyutnya, yaitu Muhammad Rasulullah SAW yang hijrah dari Mekah ke Madinah.

Ahmad bin Isa wafat di Husaisah, salah satu desa di Hadhramaut, pada tahun 345 Hijriah. Beliau mempunyai dua orang putera yaitu Ubaidillah dan Muhammad. Ubaidillah hijrah bersama ayahnya ke Hadramaut dan mendapat tiga orang putera yaitu Alwi (Alawi), Jadid, dan Ismail.

Pada akhir abad ke-6 H keturunan Ismail dan Jadid dikatakan tidak mempunyai kelanjutan, sehingga mereka punah dalam sejarah, sedangkan keturunan Alwi tetap berlanjut.

Keturunan dari Alwi inilah yang kemudian dikenal dengan kaum Alawiyin. Maka, secara khusus, istilah “Habib” mengacu kepada keturunan Alwi bin Ubaidillah (wafat awal abad ke-5 H).

Ahmad bin Isa semasa hidupnya dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan berbudi tinggi, selain itu, beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa beliaulah pewaris agama Islam serta Ahlul Bait yang sah.

Berdasarkan fakta tersebut, maka dalam perkembangannya, wilayah Hadhramaut menjadi semacam “sekolah” bagi orang-orang yang ingin menimba ilmu agama Islam, walaupun sebenarnya di sana tidak ada institusi formal. Hubungan antara murid dan guru di sana lebih diikat dalam bentuk ikatan spiritual. Di kemudian hari sekolah Hadhramaut dikenal memiliki aliran tersendiri yang disebut al-tariqa al-Alawiyya (Tarikat Alawiyin).

Dengan keberadaan Tarikat Alawiyin, maka istilah Habib di Hadhramaut menjadi lebih luas, tidak lagi dibatasi sebatas garis keturunan. Lulusan sekolah Tarikat Alawiyin yang ternama pun dapat dipanggil sebagai Habib.

Berdasarkan keterangan diatas mari kita coba menelusuri apakah Rizieq Shihab benar memiliki sanad sebagai satu keturunan rasulullah SAW ?

Berdasarkan silsilah diatas gelar habib bisa bermakna berbeda yaitu habib yang memiliki silsilah keturunan langsung dari Alwi bin Ubaidillah atau bisa juga disebut habib karena pernah menimba ilmu langsung sekolah tarikat alawiyin

Jika mengacu berbagai klaim beliau keturunan Rasulullah maka Rizieq Shihab harus memiliki jalur silsilah berdasarkan keturunan sampai kepada Alwi bin ubaidillah putra Ahmad bin Isa

Berdasarkan sumberhttps://id.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Rizieq_Shihab , ayah Rizeq shihab bernama Hussein Shihab dan berdasarkan sumber https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hussein_Shihab kakek rizieq bernama Muhammad bin Hussein Shihab selanjutnya kita harus menelusuri silsilah kakeknya Sampe ke Alwi bin Ubaidillah

Berdasarkan sumber https://kanzunqalam.com/…/misteri-silsilah-habib-rizieq-sh…/ dari pihak ibunya Syarifah Sidah (Saidah) binti Alwi bin Zein Alattas ditemukan silsilah yang terputus dan atau tidak bisa di telusuri sehingga di abaikan dan sanad harus dari pihak laki laki (ayah kakek dst)

Bahkan klaim neneknya Rizieq shihab merupakah keponakan dari Raden Muhammad Ali Nitikusuma atau Salihun, kepala Pendekar kelompok Pituan Pitulung (populer dengan sebutansi Pitung) klaim HRS di media berikut : https://youtu.be/h2FQK38di8M terbantahkan dan merupakan sebuah informasi yang tidak benar

Kita lanjutkan melalui jalur kakeknya Muhammad bib Hussein Shihab ternyata tidak benar dan sanad terputus untuk sampai pada Alwi bin Ubaidillah (lampiran silsilah terlampir pada diagram di bawah)

Literasi yang lebih mendekati adalah Muhammad bin Hussein Shihab dan leluhurnya adalah merupakan orang yang pernah bersekolah dan menjadi bagian dari komunitas sekolah tarikat Alawiyyin di Hadramaut (negara Yaman)

Gelar Habib yang di peroleh leluhur Habib Rizieq adalah gelar BUKAN dalam arti pihak yang memiliki hubungan silsilah / keturunan Nabi Muhammad SAW tetapi istilah Habib dalam makna spiritual yang lebih luas yaitu sebagai lulusan atau pengurus atau anggota komunitas sekolah Tarikat Alawiyin di negara Yaman

Analisa dan kesimpulan diatas sesuai dengan penuturan buku Cahaya, Cinta dan Canda karya Quraish Shihab terbitan Lentera Hati yang ditulis oleh Mauluddin Anwar dan kawan-kawan, dijelaskan soal urusan habib dan kiai tersebut. Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) ini hanya mau dipanggil habib oleh cucunya saja, karena lebih cocok berdasarkan artinya (bukan karena keturunannya)

Di kalangan Arab-Indonesia, habib menjadi gelar bangsawan Timur Tengah yang merupakan kerabat Nabi Muhammad SAW (Bani Hasyim). Khususnya yang silsilahnga dinisbatkan terhadap keturunan Nabi Muhammad melalui Sayyidatina Fatimah Az-Zahra yang menikah dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

ATAU

Panggilan habib JUGA berarti bukan orang yang memiliki hubungan keturunan / silsilah langsung kepada nabi Muhammad SAW tetapi sebagai identitas khusus keturunan Arab-Indonesia yang memiliki Moyang yang berasal dari Negeri Yaman, khususnya Hadhramaut. Kakek Prof Quraish Shihab, Habib Ali bin Abdurrahman Shihab berasal dari Hadhramaut.

Dan Prof Quraish Shihab memilih tidak memakai/melepaskan gelar Habibnya baca berita lengkapnya di link berikut : https://kumparan.com/…/quraish-shihab-sekeluarga-memilih-me…

Namun demikian berdasarkan berbagai sumber baik berita online maupun video saya belum/tidak berhasil menemukan pernyataan langsung Rizieq Shihab yang menyatakan dirinya adalah keturunan Nabi, berita atau klaim hanya di sampaikan oleh bebetapa oknum pengurus FPI,simpatisan seperti Eggy Sujana dan informasi informasi oral yang disampaikan oleh pihak yang tidak memiliki validitas,legal standing maupun kompetensi terhadap materi informasi tersebut

Ada pula satu sumber lain yang mencoba meakukan penyesatan informasi yaitu melalui sumber situs dakwahmediadotco dan akhirnya situs yang bersangkutan telah menghapus berita tersebut karena ketakutan akan dosa besar akibat mencatut nama nabi,sungguhnya jarang situs situs partisan meminta maaf serta membuat pengakuan menyebarkan hoax dan meminta maaf secara resmi

Serta pernyataan tanpa fakta RS cucu nabi,visa unlimited dsb nya oleh Eggy Sudjana yang terkenal sangat sering menyebarkan berita bohong (pernah divonis bersalah pada bulan Agustus 2011 dalam kasus fitnah kepada SBY yang tanpa dasar dituduh menerima Mobil Jaguar)

KESIMPULAN

"HABIB" RIZIEQ SHIHAB BUKAN KETURUNAN NABI MUHAMMAD,KLAIM APAPUN MENGENAI HAL INI ADALAH SEBUAH BERITA BOHONG DENGAN MENCATUT IDENTITAS NAMA NABI MUHAMMAD SAW

Wallahu 'alam bishawab

Sumber :

1.https://ganaislamika.com/melacak-asal-usul-habib-di-indone…/
2.http://www.sarkub.com/asal-usul-para-habaib-di-nusantara/
3.Ismail Fajrie Alatas, Habaib in Southeast Asia, The Encyclopaedia Of Islam Three (Leiden: Brill, 2018), hlm 56.
4.https://tirto.id/keluarga-shihab-dan-kesalahpahaman-kesalah…
5.http://www.nu.or.id/…/kenapa-quraish-shihab-enggan-dipanggi…

Sumber : Status Facebook Zulfikar Mahdanie